Blog tentang Ilmu Keluarga dan Anak

Just another WordPress.com site

Tipe Keluarga Campuran Juli 30, 2010

Filed under: Uncategorized — kenty martiastuti @ 12:18 pm

TIPE  KELUARGA  CAMPURAN

PENDAHULUAN

Definisi keluarga menurut Duvall adalah merupakan sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan, adopsi, kelahiran yang bertujuan untuk meningkatkan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial dari tiap anggota.  Sedangkan menurut Bailon dan Maglaya, keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih individu yang bergabung karena hubungan darah, perkawinan, atau adopsi, hidup dalam satu rumah tangga, saling berinteraksi satu sama lainnya dalam perannya dan menciptakan dan mempertahankan suatu budaya.

Dengan demikian secara umum dapat dikatakan bahwa keluarga pada hakekatnya adalah suatu kelompok dari orang-orang yang disatukan oleh ikatan perkawinan, darah dan adopsi serta berkomunikasi satu sama lain yang menimbulkan peranan-peranan sosial bagi suami, istri dan anak-anak.

Sebagai unit terkecil dalam suatu masyarakat, peranan keluarga sangatlah penting dan vital bagi setiap bangsa karena keluarga merupakan tempat pertama dan utama dalam melakukan tugas pendidikan bagi individu-individu yang ada di dalamnya.  Individu yang lahir dan terdidik dari sebuah keluarga yang “sehat” tentu akan menjadi bahan bakar yang baik bagi berlangsungnya roda peradaban suatu bangsa.

TIPE KELUARGA

Setiap keluarga tentu mempunyai karakteristik  masing-masing.  Karakteristik ini dapat dibedakan berdasarkan menjadi karakteristik sosialnya seperti pendidikan, pekerjaan, status sosial.  Ada juga yang dibedakan berdasarkan karakteristik ekonomi seperti besar  pendapatan yang diperoleh atau jumlah aset yang dimiliki.  Karakteristik demografi juga dapat menjadi pembedanya seperti jumlah anak, umur orang tua dan tempat tinggal.

Berdasarkan tempat tinggalnya, keluarga dapat dibedakan menjadi keluarga yang patrilokal, matrilokal dan selain patri/matrilokal (mandiri).

Ada juga pembagian tipe keluarga berdasarkan ukuran atau struktur yaitu keluarga inti dan keluarga bersama (campuran) http://www.sociologyguide.com/marriage-family-kinship/Types-of-the-family.php

PENGERTIAN KELUARGA CAMPURAN

Menurut Kristy Jackson, Keluarga Campuran adalah kebalikan dari Keluarga Inti Tradisional.  Keluarga Inti Tradisional terdiri dari pasangan yang menikah dan anak kandung mereka.  Anak dalam keluarga ini, tinggal dengan kedua orang tua kandungnya.  Tidak ada orang lain yang ada dalam rumah mereka baik itu saudara/anak tiri, anak angkat/adopsi, dan lainnya.  Sedangkan Keluarga Campuran adalah terdiri dari paling tidak satu orang tua tiri (step-parent), step-siblings (keduanya tiri) atau salah satunya tiri dan lainnya kandung (half-siblings).

http://www.csus.edu/indiv/k/kawamoto/downloadable/50jackson1.htm

Definisi Keluarga Campuran menurut Johnson adalah keluarga yang memiliki paling tidak satu orang tua yang telah menikah sebelumnya dan memiliki anak dari salah satu atau kedua orang tersebut dari hubungan sebelumnya (Johnson, 2000, p;119). atau dengan kata lain duda atau janda (karena perceraian) yang menikah kembali dan membesarkan anak dari perkawinan sebelumnya (Boy Antoni Putra dalam http://bared18.blogspot.com/2009/01/konsep-keluargaa.html).  Ada juga yang mendefinisikan sebagai keluarga tiri/stepfamilies (ElizaBeth A. Carver, Psy.D., L.P.), sedangkan menurut (Barker, 2003, p. 46), Keluarga Campuran terbentuk dari pernikahan seseorang yang pernah menikah sebelumnya.

PERUBAHAN DESKRIPSI TIPE KELUARGA YANG MEMPENGARUHI DEFINISI KELUARGA CAMPURAN

Dalam beberapa dekade terakhir, terjadi perubahan yang cukup berarti dalam wajah sebuah keluarga.  Perubahan-perubahan tersebut pada akhirnya melahirkan definisi-definisi baru tentang keluarga.

Berikut ini adalah sebagian dari data yang menunjukkan adanya perubahan-perubahan konsep dalam keluarga:

*  Sejak tahun 1975, tingkat perceraian mengalami peningkatan, sehingga makin banyak pula keluarga dengan orang tua tunggal, atau keluarga yang orang tuanya menikah lagi sehingga membentuk apa yang dinamakan Keluarga Campuran.

*  Berdasarkan data yang diperoleh Canadian Census ada sebanyak 27.3 persen orang tua tunggal dengan anak-anak mereka yang berusia di bawah 18 tahun.  Jumlah ini terdiri dari 2.1 juta kombinasi ayah-anak dan 9.8 juta ibu-anak (dalam http://www.edu.pe.ca/southernkings/familytypes.htm)

* Di Washington Amerika Serikat, jumlah rumah tangga dengan pasangan yang hidup bersama tanpa ikatan pernikahan meningkat dari 4.6% pada tahun 1990 menjadi 11.8% pada tahun 2000

*  Jumlah rumah tangga dengan pasangan yang hidup bersama tanpa nikah ini mencapai jumlah 5% dari seluruh rumah tangga di Amerika Serikat pada tahun 2000 (http://www.divorcerate.org/)

*  Di Amerika Serikat pada tahun 2000, sekitar 50% pasangan yang menikah pada akhirnya mengalami perceraian dan sebanyak 40% kelahiran berasal dari pasangan yang hidup bersama tanpa nikah.

Perubahan-perubahan seperti inilah yang akhirnya membuat deskripsi tentang keluarga mengalami  perubahan yang berarti, termasuk juga dengan istilah “Keluarga Campuran”.

Menurut Cynthia Peterson, sekarang ini gambaran tentang tipe keluarga sangat  bervariasi sedemikian rupa sehingga istilah ” keluarga campuran” dapat mengacu pada berbagai macam situasi.

Saat ini, yang termasuk dalam Keluarga Campuran adalah suatu keluarga yang meliputi:

1.  Keluarga Multibudaya

Keluarga Multibudaya adalah keluarga yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda.  Menurut Jannie Carter dalam http://www.aces.edu/urban/metronews/vol2no1/nontrad.html,  Keluarga Multibudaya (Multicultural Families) biasa disebut juga dengan Keluarga Multirasial (Multiracial Families) yang keberadaannya cukup signifikan dalam dekade terakhir ini..

2.  Keluarga dengan kombinasi dari anak kandung dan anak adopsi

Keluarga tipe ini selain memiliki anak kandung, juga memiliki anak adopsi sebagai anggota keluarga.

3.  Keluarga Asuh  (Foster Family)

Foster family adalah keluarga yang menerima anak yang tidak ada hubungan keluarga/saudara di dalam waktu sementara, pada saat orang tua anak tersebut perlu mendapatkan bantuan untuk menyatukan kembali keluarga yang aslinya .(Boy Antoni Putra dalam http://bared18.blogspot.com/2009/01/konsep-keluargaa.html), sadangkan menurut Jannie Carter, Foster family memberikan support kepada anak-anak dalam waktu sementara di sebuah tempat (panti) yang ditunjuk oleh pengadilan atau agen pemerintah lainnya (http://www.aces.edu/urban/metronews/vol2no1/nontrad.html)

4.  Keluarga Tiri

Keluarga dengan anak tiri (stepfamilies) inilah yang pada awalnya merupakan definisi dari keluarga campuran, dimana keluarga tersebut memiliki anak yang berasal dari perkawinan sebelumnya, baik dari pihak suami saja, pihak istri saja atau kedua-duanya.

Dalam http://en.wikipedia.org/wiki/Stepfamily disebutkan bahwa stepfamilies akan terbentuk jika seorang laki-laki (ayah) atau perempuan (ibu) yang telah menduda atau menjanda baik oleh sebab kematian pasangannya maupun karena perceraian, lalu melangsungkan pernikahan lagi.

5.  Keluarga dengan anak-anak yang diangkat dari anggota keluarga lain

Keluarga dengan tipe ini memiliki anak angkat yang berasal dari keluarga sendiri atau masih ada hubungan keluarga, seperti misalnya anak dari kakak, adik, saudara sepupu, dan lain-lain.

6.  Keluarga Non Tradisional

Dalam Boy Antoni Putra yang termasuk dalam keluarga non tradisional adalah :

The unmarried teenage mother

Keluarga yang terdiri dari orang tua (terutama ibu) dengan anak dari hubungan tanpa nikah


• Commune family

Beberapa pasangan keluarga (dengan anaknya) yang tidak ada hubungan saudara yang hidup bersama dalam satu rumah, sumber dan fasilitas yang sama, pengalaman yang sama, sosialisasi anak dengan melalui aktivitas kelompok/membesarkan anak bersama.


• The nonmarital heterosexsual cohabiting family

Keluarga yang hidup bersama berganti-ganti pasangan tanpa melalui pernikahan

Gay and lesbian families

Seseorang yang mempunyai persamaan sex hidup bersama sebagaimana ”marital partners”

Cohabitating couple

Orang dewasa yang hidup bersama diluar ikatan pernikahan karena beberapa alasan tertentu

Group-marriage family

Beberapa orang dewasa yang menggunakan alat-alat rumah tangga bersama, yang saling merasa telah saling menikah satu dengan yang lainnya, berbagi sesuatu termasuk sexsual dan membesarkan anak.

Group network family

Keluarga inti yang dibatasi oleh set aturan/nilai-nilai, hidup berdekatan satu sama lain dan saling menggunakan barang-barang rumah tangga bersama, pelayanan, dan bertanggung jawab membesarkan anaknya

Homeless family

Keluarga yang terbentuk dan tidak mempunyai perlindungan yang permanen karena krisis personal yang dihubungkan dengan keadaan ekonomi dan atau problem kesehatan mental.

Gang

Sebuah bentuk keluarga yang destruktif dari orang-orang muda yang mencari ikatan emosional dan keluarga yang mempunyai perhatian tetapi berkembang dalam kekerasan dan kriminal dalam kehidupannya.
http://bared18.blogspot.com/2009/01/konsep-keluargaa.html

Menurut Chintya Peterson dalam Types of blended Family ini, Keluarga campuran dapat terbentuk dengan ukuran yang berbeda-beda.  Keluarga ini dapat saja berukuran kecil dengan satu urang tua dan satu anak, atau bisa juga berukuran besar dengan dua orang tua (ayah-ibu) dengan banyak anak-anak. Namun tantangan maupun kegembiraan orangtua dalam rumahtangga campuran tidak tergantung dari ukuran atau besar kecilnya keluarga tersebut. Hal-hal yang unik atau khusus dapat saja terjadi sesuai dengan jumlah anggora keluarga yang ada di dalamnya.

Tak peduli bagaimana sebuah keluarga itu “bercampur”, yang terpenting adalah tujuan dari pengasuhan menjadi hal penting.   Kegembiraan menuju keberhasilan dan tantangan menghadapi perilaku yang tidak diinginkan tidak tergantung dari jenis /tipe keluarga yang dimiliki.  Penerimaan dan rasa kebersamaan dalam rumah menjadi sesuatu yang sangat diharapkan dalam sebuah keluarga.

KESIMPULAN

  1. Semakin banyaknya perubahan yang terjadi di dunia saat ini, membuat semakin banyak ragamnya tipe keluarga yang ada.
  2. Perubahan-perubahan yang mempengaruhi tipe keluarga tersebut antara lain adalah meningkatnya tingkat perceraian, banyaknya pasangan yang hidup bersama tanpa ikatan pernikahan, meningkatnya hubungan sesama jenis, pernikahan antar budaya/ antar ras, adanya anak adopsi dan lain sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.sociologyguide.com/marriage-family-kinship/Types-of-the-family.php

http://www.csus.edu/indiv/k/kawamoto/downloadable/50jackson1.htm

http://bared18.blogspot.com/2009/01/konsep-keluargaa.html

http://www.edu.pe.ca/southernkings/familytypes.htm

http://www.aces.edu/urban/metronews/vol2no1/nontrad.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Stepfamily

(http://www.divorcerate.org/

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s